Bandung, HarianJabar.com – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI melakukan peninjauan mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jambudipa 1 yang berada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Langkah ini diambil setelah menerima laporan mengejutkan terkait lebih dari 500 korban keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Temuan dan Evaluasi BGN
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menjelaskan bahwa dari hasil peninjauan bersama Komisi IX DPR RI, terdapat sejumlah temuan penting yang harus segera diperbaiki oleh SPPG Jambudipa 1 agar kejadian serupa tidak terulang.
Di antara hal-hal yang perlu dibenahi adalah:
- Kebersihan Dapur dan Peralatan Masak
Kondisi kebersihan dapur dan peralatan masak ditemukan belum memenuhi standar kesehatan yang diatur. Beberapa peralatan terlihat kotor dan tidak terjaga dengan baik, sehingga berpotensi menjadi sumber kontaminasi. - Pengelolaan Bahan Baku Makanan
Proses penyimpanan dan pengelolaan bahan baku masih belum optimal. Terdapat bahan makanan yang disimpan tanpa pengawetan yang memadai, sehingga berisiko menimbulkan kerusakan dan kontaminasi mikroba. - Proses Memasak dan Distribusi
Ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur memasak dan distribusi makanan yang dapat memengaruhi kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada anak-anak penerima program MBG. - Pelatihan dan Pengawasan Petugas
Petugas yang bertanggung jawab di dapur dinilai kurang mendapatkan pelatihan intensif terkait standar keamanan pangan. Pengawasan internal juga perlu diperketat agar semua tahapan produksi makanan sesuai protokol.

Komitmen Perbaikan dan Tindakan Lanjutan
Khairul Hidayati menegaskan bahwa BGN akan segera bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan pendampingan perbaikan di SPPG Jambudipa 1. Rencana tindakan meliputi:
- Pelatihan ulang dan sertifikasi petugas dapur
- Audit rutin kebersihan dan kualitas makanan
- Penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat
- Monitoring ketat selama pelaksanaan program MBG
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan berkomitmen agar kejadian keracunan massal tidak terulang. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pemerintah,” ujar Khairul.
Harapan untuk Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak-anak sekolah agar tumbuh sehat dan optimal. Insiden keracunan ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh agar program berjalan dengan aman dan memberikan manfaat maksimal.
