CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur menunjukkan keseriusannya dalam membenahi infrastruktur dasar, khususnya kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Dalam program jangka menengah, Pemkab Cianjur menargetkan perbaikan dan pembangunan jalan rusak secara bertahap selama lima tahun ke depan (2025–2030).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi warga, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Fokus pada Jalan Strategis dan Penghubung Ekonomi
Bupati Cianjur menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama dalam rencana pembangunan daerah. Banyak ruas jalan di Kabupaten Cianjur, terutama yang menghubungkan wilayah pedesaan dengan pusat kecamatan, mengalami kerusakan cukup parah.
“Selama lima tahun ke depan, kami akan fokus memperbaiki jalan-jalan rusak yang selama ini dikeluhkan warga, terutama yang menjadi jalur vital penghubung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik,” ujar Bupati Cianjur saat meninjau salah satu titik kerusakan di wilayah selatan Cianjur, Sabtu (12/7/2025).
Menurutnya, perbaikan ini juga akan memprioritaskan ruas jalan yang menjadi akses utama warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar tradisional, serta kawasan pertanian dan peternakan.
Pendanaan Multisumber dan Transparansi Proyek
Untuk merealisasikan proyek jangka menengah ini, Pemkab Cianjur akan mengalokasikan anggaran dari berbagai sumber, termasuk APBD Kabupaten, Dana Alokasi Khusus (DAK), serta bantuan dari Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. Selain itu, Pemkab juga menjajaki potensi kerja sama dengan sektor swasta dan BUMN.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan proyek infrastruktur. Proses pengawasan akan diperketat agar proyek berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tidak mangkrak.
“Kami juga akan melibatkan masyarakat dalam pengawasan pembangunan, termasuk membuka jalur pelaporan masyarakat berbasis digital,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur.
Respons Positif dari Warga
Program ini disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan rusak yang menghambat aktivitas harian mereka. Di beberapa wilayah seperti Kecamatan Agrabinta, Sukanagara, dan Tanggeung, warga berharap jalan penghubung antar kampung segera diperbaiki.
“Kalau musim hujan, jalan jadi licin dan sulit dilalui motor. Kami harus bawa hasil panen lewat jalur memutar. Kalau jalan diperbaiki, biaya angkut bisa turun,” ujar Asep, seorang petani kopi di Kecamatan Cibeber.
Tak hanya untuk pertanian, warga juga berharap perbaikan jalan bisa memudahkan akses anak-anak menuju sekolah, dan mempercepat penanganan jika terjadi kondisi darurat medis.
Dampak Jangka Panjang
Pemkab Cianjur meyakini bahwa pembangunan infrastruktur yang merata akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mengurangi kesenjangan antarwilayah, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jalan yang baik juga akan membuka akses wisata pedesaan yang selama ini potensial namun sulit dijangkau.
Dengan target lima tahun ini, Cianjur menargetkan tidak hanya membangun jalan baru, tetapi juga merawat dan meningkatkan kualitas infrastruktur yang sudah ada.
Program perbaikan jalan oleh Pemkab Cianjur bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi besar dalam mewujudkan keadilan pembangunan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait, lima tahun ke depan diharapkan menjadi masa transformasi bagi wajah infrastruktur di Kabupaten Cianjur.
