Bekasi, HarianJabar.com – Siapa yang tidak mengenal Edwin Soeryadjaya? Ia adalah pendiri Saratoga Capital sekaligus putra dari mendiang William Soeryadjaya, pendiri Astra International. Selain dikenal sebagai pengusaha ulung, Edwin juga terkenal sebagai investor yang memiliki portofolio di sejumlah emiten ternama. Dari bisnis dan investasinya di dunia saham, Edwin Soeryadjaya dan keluarganya masuk dalam jajaran orang terkaya Indonesia dengan kekayaan bersih mencapai US$1,6 miliar atau sekitar Rp26,68 triliun (kurs US$1 = Rp16.676).

Berikut daftar saham yang dimiliki Edwin Soeryadjaya:
- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
SRTG merupakan firma investasi yang didirikan Edwin bersama Sandiaga Uno pada tahun 1977. Awalnya fokus pada sektor energi, logam mulia, dan infrastruktur, kini SRTG lebih berinvestasi di jasa keuangan, kesehatan, teknologi digital, dan barang konsumsi. Edwin memiliki 4,86 miliar lembar saham, setara 35,87% dari total kepemilikan saham, dengan nilai sekitar Rp97,31 miliar. - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
ADRO adalah perusahaan batu bara milik Garibaldi Thohir dan Edwin Soeryadjaya, yang memiliki 30 anak perusahaan penambangan di Kalimantan Selatan dan Tengah. Kepemilikan Edwin mencapai 3,58% atau 1,05 miliar lembar saham. - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
MDKA bergerak di industri pertambangan bijih logam dengan aset utama Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur. Edwin menjabat Presiden Komisaris sejak 2014, dengan kepemilikan tidak langsung melalui SRTG sebesar 18,80% atau 4,53 miliar lembar saham senilai Rp90,6487 miliar. - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
MBMA bergerak di industri pertambangan nikel untuk bahan baku baterai kendaraan listrik, didirikan pada 2019. Edwin memiliki 50,04% saham tidak langsung melalui PT Merdeka Energi, setara 54,04 miliar lembar saham, diperkirakan bernilai Rp5.404 triliun. - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)
MPMX fokus pada distribusi sepeda motor, mobil, dan suku cadang. Edwin tercatat sebagai Presiden Komisaris dan penerima manfaat saham. Kepemilikan langsung 0,04% atau 1,735 juta lembar saham senilai Rp867 juta, sedangkan kepemilikan tidak langsung melalui SRTG mencapai 56,69% atau 2,53 miliar lembar saham, senilai Rp1,265 triliun. - PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
AGII adalah perusahaan gas industri dengan 44 pabrik dan lebih dari 100 stasiun pengisian di Indonesia. Edwin tercatat sebagai penerima manfaat akhir dengan kepemilikan 10% atau 306.666 ribu lembar saham, bernilai Rp107,87 miliar. - PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA)
NRCA adalah perusahaan kontraktor dengan proyek ternama seperti Gran Melia Hotel Jakarta dan Jalan Tol Tangerang-Merak. Edwin tercatat sebagai penerima manfaat akhir melalui SRTG dengan kepemilikan 7,20% atau 173.913 ribu lembar saham senilai Rp17,39 miliar. - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
TBIG merupakan induk dari Tower Bersama Group yang menyediakan ruang untuk antena dan transmisi sinyal nirkabel. Edwin tercatat sebagai penerima manfaat akhir dengan kepemilikan langsung 0,32% atau 71,58 juta lembar saham, bernilai Rp1,43 miliar.
Dengan portofolio yang tersebar di berbagai sektor, Edwin Soeryadjaya membuktikan dirinya sebagai investor strategis sekaligus pengusaha sukses yang memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan dunia bisnis dan investasi di Indonesia.
